Anodisasi keras adalah metode anodisasi lapisan tebal, dan prosesnya kurang lebih sama dengan anodisasi biasa. Metode ini memiliki ketahanan aus, ketahanan panas, dan isolasi yang tinggi. Tegangan tembusnya mencapai 2000 volt. Metode ini banyak digunakan dalam industri pertahanan dan komponen mekanik lainnya.
Perbedaan antara anodisasi keras dan anodisasi biasa
1. Ketebalan filmLapisan oksida biasa relatif tipis. Ketebalan lapisan anodisasi keras lebih dari 15 mikron, dan ketebalan maksimum teoritis dapat mencapai 250 mikron.
2. Kondisi permukaanPermukaan anodisasi biasa relatif halus, sedangkan permukaan anodisasi keras relatif kasar (mikroskopis, terkait dengan kekasaran permukaan substrat).
3. PorositasPorositas oksidasi biasa lebih tinggi daripada oksidasi keras.
4. Oksidasi biasa menghasilkan lapisan transparan. Karena lapisan anodisasi keras relatif tebal, maka lapisan tersebut bersifat buram.
5. Menggunakan lingkunganOksidasi biasa dicoba untuk tujuan dekorasi. Anodisasi keras berorientasi pada fungsi. Umumnya digunakan di lingkungan yang tahan aus dan tahan listrik.
Saat ini, sebagian besar produsen menggunakan anodisasi keras untuk menggantikan pelapisan krom keras tradisional. Dibandingkan dengan krom keras, anodisasi keras memiliki keunggulan biaya rendah, ikatan lapisan film yang kuat, dan penanganan limbah larutan pelapis yang mudah.
Kelemahannya adalah, jika ketebalan lapisan film besar, hal itu akan memengaruhi indeks kekuatan lelah mekanis aluminium dan paduan aluminium.
Postingan Selanjutnya: Pelapisan bubuk
Waktu posting: 13 Juni 2022